Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Entrepreneurship Talkshow Dema FEBI, Bagi Buku dan Coklat dari El Hanief, Orpha Group & Cilet Coklat

DEPINFO-FEBI Ar-Raniry – Entrepreneurship Talkshow bertema “Growing The Young Generation Of Entrepreneur Character”  yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry di Aula Pasca Sarjana UIN Ar-raniry Banda Aceh pada Sabtu, 19 November 2016  mendapat antusias yang tinggi dari 150 orang peserta yang hampir seluruhnya mahasiswa. Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan III FEBI,  Syahminan S.Ag., M.Ag, yang menyampaikan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan DEMA ini. “Saya berharap bagi peserta di acara ini nantinya akan mengubah mainset mahasiswa untuk menjadi wirausahawan muda yang dapat membawa manfaat bagi orang lain. Juga dapat membuka peluang kerja agar mengurangi angka pengangguran di Aceh.” ungkap dosen yang pasih dalam berbahasa arab ini.

Kegiatan kreatif yang digagas oleh DEMA FEBI yang baru dilantik tiga hari lalu,  dikemas dengan setingan lay out sofa untuk para pemateri yang mempresentasikan sharing  best practice mereka dan dialog yang sangat menarik dipandu oleh moderator Evy Iskandar, SE.MSi., Ak.,CA., CPAI. dosen tetap di FEBI dan CEO Multimedia Aceh Expose selaku “host” pada talk show tersebut. Acara yang menghadirkan tiga pengusaha muda  yang  terbilang sukses pada  usaha yang dibangunnya yaitu H.Akmal Hanif Lc. CEO dari El hanif group yang sudah mengembangkan usahanya pada beberapa bidang usaha sampai membuka di Sweden, Eropa. Dilanjutkan Didi Supriadi, SE yang merupakan Owner Cilet coklat yang fokus dengan konsep pemasaran produk khas coklat dengan pelayanan “excelent sevices” dan Irham Fahmi SE, M.Si  dosen FEB Unsyiah dan CEO sersa Orpa Group, penulis buku yang hasilnya dikapitalisasikan untuk mengembangkan usahanya di property. Dengan materi yang berbeda, ketiga pengusaha tersebut sepakat bahwa untuk memulai usaha harus melihat peluang atau pangsa pasarnya dulu, kemudian membangun silahturrahmi atau jaringan usahanya dan terus membangun komunikasi dengan semua pihak untuk input dan output usaha, selanjutnya baru berbicara sumber modal untuk usaha yang bisa berasal dari tabungan yang disisihkan sebelumnya.

Akmal Hanif Lc. mampu membuat seluruh peserta tertawa dan terharu mendengar bagaimana jatuh bangun dalam mencapai kesuksesannya dalam dunia usaha. Ia memulai berwirausaha sejak bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah sampai berhasil menghadirkan Maher Zain ke Aceh.  Sosok yang lugas dalam bercerita pengalamannya ini mengakui bahwa usahanya pernah jatuh bahkan sempat ditahan, mendapat cemoohan dari orang, dicurangi namun Ia menjadikan hal negatif tersebut sebagai cambuk untuk menyemangati dirinya dan bangkit sampai mencapai keadaan seperti sekarang. Tentunya ia juga membahani dirinya dengan ilmu dan spirit agama atau doa, yang apapun keadaanya tetap harus disyukuri. “Berusaha tidak cukup hanya memiliki modal dana yang besar saja, tetapi ilmu dan pengetahuan tentang bidang yang ditekuni lebih penting.  Karakter utama yang harus dibangun adalah kepercayaan, dengan kepercayaan modal akan mudah didapat.” jawab el hanif ketika ada yang bertanya tentang modal usaha.

Didi Supriadi memotivasi peserta yang notabene mahasiswa untuk  berwirausaha, dengan menceritakan bagaimana ia mengembangkan usaha cilet coklat yang sangat menarik bagi peserta. Dedi yang beralih menjadi pengusaha cilet coklat adalah karena sudah bosan jadi karyawan. Didi sebelumnya malang melintang bekerja di NGO dan lembaga keuangan mikro, bekerja di property dan lain sebagainya. Peluang yang menginspirasi usahanya adalah ketika melihat sumber daya alam yaitu tumbuhan coklat di Aceh sangat banyak, tetapi pembuat coklat sangat minim, hanya home industri cuma ada di Paru di Pidie Jaya. Hal itu juga mengantar dia mendapatkan Best Product pada tahun 2015 dari Dispora Aceh. Ia berharap nantinya ada yang mampu mengelola dan mampu memproduksi coklat sehingga dikenal di dalam maupun luar negeri. Ia juga mengatakan bahwa dalam berbisnis harus mempunyai prinsip, agar tidak kalah saing dengan pembisnis lain. Owner cilet coklat ini menceritakan karier nya dalam memproduksi berbagai jenis coklat. dan ia mendesign sendiri beberapa produk yg ia keluarkan, dan ada produknya juga sudah di order oleh ibu SBY sebnyak 3 kali, dan di order selebriti seperti Desi Ratna Sari dan beberapa pesohor negeri. “Tak perlu takut dengan competitor manapun, harus berani mengambil resiko tetapi kita harus mempunyai prinsip dan konsep bisnis yang kuat dan menjaga kualitas dengan memberikan excelent service bagi pelanggan.” Ujarnya dengan gaya bicara alay dan disambut tertawa dari peserta.

Irham Fahmi dalam uraian antara teori dan praktik wirausaha, yang dalam presentasinya menyebutkan  bahwa Indonesia termasuk peringkat kedua sebagai katogari masyarkat yg paling optimis, yang peringkat pertamanya adalah China, karena mereka menghapus Mata Kuliah  komunisme dan menggantinya dengan Entrepreneurship. Irham juga memaparkan bahwa kegagala dalam usaha merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk terus membangun usaha namun harus fokus dan melakukan diversifikasi bisnis untuk dapat mempertahankan produk unggulan. Yang menarik dari pembicara terakhir ini, ia memaparkan data bahwa masyarakat Indonesia hanya 1,65% saja yang berkecimpung sebagai pengusaha, masih kalah dengan Malaysia apalagi India dan Cina. “Masih ada peluang usaha 98% di Indonesia bagi kita untuk menjadi pengusaha di Indonesia, terus mencari pangsa apa saja yang memungkinkan kita untuk bisa menjadi pengusaha. Butuh proses untuk menjadi pengusaha namun harus konsisten dan fokus maka akan sukses”. Ungkap Penulis beberapa text book ini sebagai semangat kepada peserta. “Seperti di Cina mindset bisnis memang dicanangkan ketika mereka mulai bekerja pada suatu tempat, maka sejak saat itu mereka sudah belajar ilmu berbisnis, dan menabung separuh gajinya untuk persiapan modal dalam dua atau tiga tahun ke depan, jika sudah merasa cukup ilmu dan cukup modal maka mereka berhenti bekerja dan memulai membuka usaha.” urai Irham ketika ada peserta bertanya tentang memulai usaha dan modal usaga.

Pada akhir acara, Akmal El Hanief dan Irham Fahmi membagi-bagi buku kepada para penanya di sesi yanya jawab, tak lkala seru Didi Cilet Coklat juga membagi coklat dan voucher kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan kuis. Sebelumnya,  ketua panitia acara Muhammad Reza Fahlevi dalam sambutannya  mengemukakan alasan acara ini  dilaksanakan karena Aceh merupakan peringkat ke 4 pengangguran di Indonesia, “Padahal kita mempunyai sumber daya alam yang melimpah, makanya sangat tepat dengan tema acara ini membangun karakter jiwa pengusaha untuk bisa memanfaatkan sumberdaya alam aceh ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DEMA,  Wilda Muhajir Badrudin ,” acara  ini di selenggarakan untuk menumbuhkan minat generasi muda umumnya dan mahasiswa FEBI khususnya, agar kedepan, mahasiswa dapat mengembangkan potensi dalam berbisnis sehingga dapat menciptakan lapangan kerja di masa yangg akan datang. Acara tersebut berlangsung sampai dengan dhuhur, dan beberapa peserta berharap akan ada acara yang sama dengan mendatangkan pembicara dari praktisi tingkat nasional.

1 Komentar


rehan rehan@gmail.com | 18-12-2016 10:35:58

<br /> KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (450) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MANGKUBONO _085_203-333-887_ terima kasih 2d 3d 4d 6d KLIK DISINI<br />