Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

DEMA Fakultas Psikologi dan Seuramo Pasee adakan Talk Show Peringatan Tsunami

FPSI | Banda Aceh 26 Desember, 2017. Dewan Eksekutif Mahasiswa  yang diketuai oleh Agus Ismanysah bekerja sama dengan Seuramo Pasee yang diketuai oleh Mukhtadaruddin mengadakan Talk Show memperingati 13 tahun tsunami dengan tema “ Menghirup Filosofi Tsunami”. Kegiatan Talk Show ini menghadirikan anggota komisi III DPR RI, Nasir Djami, Rafli Kande (anggota DPD RI), dan Delisa yang datang bersama teman-temannya dari Young Voice, organisasi penyandang disabilitas.  Dari Fakultas Psikologi, hadir Dekan Fakultas Psikologi, Prof. Eka Srimulyani, dan Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Dr. Nurdin, M.Ag. Dalam sambutan pembukaannya Prof. Eka Srimulyani menyampaikan bahwa tsunami Aceh tahun 2004 lalu merupakan salah satu musibah terbesar dalam sejarah manusia modern, dan menekankan perlu adanya upaya transformasi dampak bencana menjadi energy untuk perubahan  ke depannya. Penampilan setelah acara seremoni pembukaan diawali oleh refleksi syair Rafli Kande yang menyampaikan bahwa kekuatan agama merupakan salah satu yang memperkuat daya tahan masyarakat.  Salah satu momen yang sangat menyentuh adalah ketika Delisa, salah seorang penyintas dari bencana tsunami yang kehilangan kakinya ketika tsunami menceritakan detik-detik kesedihan yang menjadi bagian dari kehidupannya. Namun dengan segala kesungguhan Delisa menunjukkan bahwa keterbatasan tidak harus menghalanginya untuk mencapai cita-citanya, yang sekarang bekerja di kantor BRI Aceh. Delisa datang bersama kawan-kawanya dari organisasi Young Voice yang merupakan salah satu organisasi penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut mereka menyuarakan pentingnya fasilitas publik yang ramah disabilitas, karena mereka memiliki hak sebagaimana orang normal lainnya. Sementara itu anggota komisi III DPR RI menyatakan bahwa menghirup filosofi  tsunami yang merupakan tema dari talk show tersebut bermakna mengambil hikmah, pembelajaran sekaligus melakukan evaluasi  atau “muhasabah” untuk perbaikan kearah yang lebih baik.

0 Komentar