Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Rektor UIN Ar-Raniry Serukan Mahasiswa Bela Syari’at Islam

AR-RANIRY, Banda Aceh - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, MA menyeru mahasiswa magister dan doktor UIN agar membela penerapan Syari’at Islam di Aceh. Pasalnya, kata Prof Farid, penerapan Syari’at Islam di Aceh selalu dicitrakan negatif di dunia luar.

Seruan itu disampaikan Prof Farid saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Seminar internasional dengan tema “Islamic Law” di Pascasarjana UIN Ar-Raniry yang dihadiri sembilan guru besar dari Internasional Islamis University Malaysia (IIUM) dan empat guru besar hukum Islam dari UIN Ar-Raniry. Selain mahasiswa magister dan doktor, seminar ini menghadirkan para peserta dari pihak Kejaksaan, mahkamah Syari’iyyah, Satpol PP dan WH, ulama dan tokoh adat, Senin (6/10).

“Hari ini kita memiliki kelemahan karena tidak menguasai media dalam pembentukan opini Syari’at Islam, banyak yang mencitrakan negatif Syari’at Islam di Aceh, “ ujar Prof Farid.

Prof Farid juga memberi tamsilan, hari ini orang-orang yang menghina Syari’at Islam masuk ke rumah-rumah kita, tapi kita masih diam tidak membela diri dari tuduhan negatif terhadap Syari’at Islam.

“Sebenarnya banyak orang luar yang kagum dengan Syari’at Islam. Saya pergi ke berbagai negara, di sana mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka merindukan Syari’at Islam seperti di Aceh. Tapi hari ini sekelompok orang menuduh Syari’at Islam radikal. Kenapa kita masih diam?. Apakah kita takut, kepada siapa kita takut? Bukankah kematian itu adalah pasti?,” ujar Prof Farid mempertanyakan.

Prof Farid juga mempertanyakan bagaimana seharusnya kita menilai diri kita sendiri, jangan pernah ragu dengan Syari’at Islam dan jangan lemah untuk membelanya. Bahkan, kata Prof Farid, hari ini berbagai negara semakin merindukan Syari’at Islam seperti Turki yang saat ini sistem sekuler sudah tidak mereka terima lagi karena mereka merindukan Islam. Sebab, Syari’at Islam itu sendiri sebanding dengan perkembangan zaman. Syari’at Islam kata Prof Farid bukanlah alternatif, melainkan solusi.

“Kemuliaan kita itu ada bersama Islam, bersama Allah, Rasul dan manusianya (orang-orang yang beriman). Hukum Islam di Aceh bertujuan untuk mencegah kejahatan. Sampaikan ini kepada mereka (yang menyerang Syari’at Islam, red). Sampaikan bahwa Islam itu indah. Jangan diam, “teriak Prof Farid yang disambut tepuk tangan membahana dari ratusan mahasiswa S2 dan S3 Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Prof Farid juga mendesak para mahasiswa UIN Ar-Raniry khususnya dan masyarakat Aceh umumnya agar memanfaatkan para Professor UIN Ar-Raniry yang masih hidup satu-dua, seperti Prof Muslim Ibrahim dan lain-lain, dimana mereka memiliki pengetahuan untuk memberikan jawaban atas serangan-serangan pihak luar terhadap Islam.

Sebelumnya, saat memberi sambutan, Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA. mengatakan, tujuan seminar ini adalah dalam rangka menambah pengetahuan dan mengembangkan pemahaman kita tentang hukum Islam baik yang sedang dijalankan di Aceh, maupun juga yang sedang di praktekkan di Negara Malaysia.

Perbandingan ini kata Prof Syahrizal adalah penting dalam rangka kita saling belajar, saling mengetahui satu sama lain sehingga hukum syariah yang di jalankan di Aceh betul-betul mampu membawa kebaikan dan kemaslahatan umat manusia, sekaligus hukum syariah itu mampu menjawab tantangan modern terutama berkaitan tentang Hak Asasi Manusia.

Disamping itu, tambah Prof Syahrizal, tradisi kerjasama akademik ini akan terus dilakukan, bahkan ke depan mahasiswa yang mengambil program doktor di UIN Ar-Raniry terutama program studi fiqh modern itu akan melakukan riset bersama antara Pascasarjana UIN Ar-Raniry dengan International Islamic University Malaysia (IIUM).

“Kita ingin, apa yang sudah menjadi kewenangan Aceh menjalankan syariat Islam, dalam arti tidak hanya dalam dimensi hukum, tapi dimensi-dimensi lain termasuk ekonomi, harus memiliki landasan, kajian dan penelitian yang kuat. Tidak mungkin menjalankan syariat Islam tampa memiliki kekuatan dan fondasi keilmuan yang kuat, “ungkap Prof Syahrizal. [zulkhairi]

0 Komentar