Email : uin@ar-raniry.ac.id | Telpon : +651-7557321

Sejarah


Ide Mendirikan Kopelma Darussalam

            Pada tanggal 1 Pebruari 1958 diadakan rapat pertama untuk merumuskan bahan-bahan pokok sekitar haluan dan policy pembangunan pendidikan di Aceh. Diantara Keputusan rapat tersebut islah:

  1. Di Ibu kota Propinsi didirikan Kota Pelajar dan Mahasiswa, sebagai Pusat lembaga Pendidikan Tinggi di Aceh.,
  2. Setiap Ibu Kota Kabupaten didirikan Perkampungan Pelajar.,
  3. Setiap Ibu Kota Kecamatan didirikan Taman Pelajar .

Untuk melaksanakan keputusan tersebut, maka pada tanggal 26 Maret 1958 dibentuklah sebuah badan yang di beri nama: YAYASAN DANA KESEJAHTERAAN ACEH, yang untuk pertama kali pengurusnya terdiri dari :

Ketua                          : M. Husin

Wakil Ketua                : Raden Mas Sunarjo

Sekretaris I                 : Oesman Effendi

Sekretaris II                : M. Kasim Adam Sry

Bendahara I                : A. Gani Adam

Bendahara II               : T. Sulaiman Polem

Anggota                     : Tgk. ‘Ainal Mardiah Ali

                                    Hamidy Halus

                                    T. Mahmud

                                    Oesman Ibrahim, dan

                                    Mahjiddin Djusuf.

Yayasan tersebut terdaftar pada Notaris tanggal 12 April 1958 di bawah No.6 dan di umumkan dalam Tambahan Lembaran Negara tanggal 25 Juli 1958 No. 59. Kemudian karena adanya ketentuan dari pemerintah pusat bahwa seluruh kegiatan pembangunan daerah, harus di integrasikan dalam Badan Koordinasi Pemerintah Daerah, maka tugas YDKA di serah terimakan kepada BKPD. Selanjutnya berdasarkan SK Gubernur Aceh tanggal 13 Mei 1967 No.127/1967, didirikanlah YAYASAN PEMBINA DARUSSALAM (YPD) dengan akta notaris di Banda Aceh bertanggal 27 Juni 1967 No. 9. Tugas-tugas BKPD diserahterimakan kepada YPD di bawah pimpinan A. Hasjmi sebagai Ketua, T. Oesman Jacob sebagai Wakil Ketua I dan Zaini Bahri sebagai Wakil Ketua II.

            Di samping YDKA dibentuk Komisi Pencipta Kota Pelajar/Mahasiswa Darussalam, dengan susunan sebagai berikut :

 

Ketua               : A. Hasjmi

Wakil Ketua I      : Letkol. T Hamzah

Wakil Ketua II     : Muhammad ZZ

Anggota            : Ir. M. Thahir

Usman Ali

Anwar Bustam

Usman Yahya

Zamzami Y

Tgk. ‘Ainal Mardhiah Ali,

Dan di lengkapi dengan seksi sekretariat dan seksi penerangan/penyiaran.

Komisi Pencipta merencanakan di Kopelma Darussalam akan di dirikan berbagai lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi. Mengenai pendidikan tinggi ada yang bertitik berat pada pengetahuan umum, ada yang bertitik berat pada pengetahuan agama, dan ada pula yang fifty-fifty.

Pada tanggal 3 Mei 1958 dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Ekonomi yang kemudian di Lantik oleh Menteri P dan K, Prof. Priyono, tanggal 24 Agustus 1958.

Sebagai Lanjutan dari Ikrar Lamteh bulan April 1957, maka pada bulan Mei 1959 datanglah di Aceh Misi Pemerintah Pusat yang di ketuai oleh Wakil Perdana Menteri Mr. Hardi pada tanggal 26 Mei 1959 berakhirlah musyawarah antara Missi – Pemerintah Pusat, Penguasa Perang dan Pemerintah Daerah Aceh di satu pihak, dengan Pimpinan DI/TII di pihak lain. Penguasa perang di bawah pimpinan Kepala Staf Kodam I Iskandar Muda, T. Hamzah., pemerintah daerah di bawah pimpinan Gubernur A. Hasjmi sedangkan pihak DI/TII di bawah pimpinan ayah Gani Usman. Akhirnya di capailah persetujuan, yang kemudian dikeluarkan dalam keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia No.1/Missi/1959 sebagaimana yang telah di kutip di muka.

            Berpijak kepada hal-hal tersebut, maka sebagai langkah pertama mengenai keistimewaan dalam bidang pendidikan, pada tanggal 2 September 1959 Presiden Soekarno meresmikan pembukaan Kopelma Darussalam dan meresmikan pembukaan Fakultas Ekonomi, yang untuk sementara sebagai cabang USU Medan, sebagai langkah pertama mengenai keistimewaan dalam bidang agama, pada tanggal 7 November 1959, dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Agama Islam Negeri (FAIN), dengan Ketua Umumnya Kolonel Sjamaun Gaharu, Wakil Ketua Umum Gubernur A. Hasjmi, dan dilengkapi dengan anggota-anggota serta seksi-seksi pelaksana.

Dari FAIN menjadi Fakultas Syariah.

            Semula Fakultas ini dimaksudkan sebagai salah satu fakultas dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala. Tetapi sesudah diadakan hubungan ke Pusat, ternyata bahwa Fakultas semacam itu wewenang Departemen Agama, kemudian Menteri Agama pun dapat menyetujui pendirian fakultas ini sebagai cabang dari IAIN, yang dalam waktu singkat akan di resmikan di Yogyakarta. Yang merupakan gabungan dari PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) Yogyakarta dan ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama), yang berada di Ciputat, Jakarta. Lalu Menteri Agama mengesahkan Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Agama di masukkan dengan Penetapan Menteri Agama No. 48 tahun 1959 dengan susunan sebagai berikut:

Ketua Umum          : Kolonel Sjamaun Gaharu

Wakil Ketua Umum   : Gubernur A. Hasjmi

Seksi A                                                           

Wakil Ketua I          : Zaini Bakri

Sekretaris              : Ibrahim Amin

Anggota – anggota: Ramli

Achmid Abdullah

Zainal Abidin

Kapten Ibrahim Saidi

Haji Abdullah Adiq

Dr. Zainal Abidin

Seksi B

Wakil Ketua II             : M. Amin

Sekretaris                  : Tgk. Hamzah Yunus

Anggota-anggota        : Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba

Tgk. Usman Yahya

Tgk. H. Hasan

Dr. T. Iskandar

Edi Murti Ak.SH

Seksi C

Wakil Ketua III            : Tgk. Mahjiddin Djusuf

Anggota-anggota        : Tgk. ‘Ainal Mardhiah Ali

T. Bustamam

M. Husin Bupati (Ketua Yayasan Dana   Kesejahteraan Aceh)

           

Panitia bekerja keras untuk merealisir fakultas ini dengan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan ruangan kuliah, dosen, dekan, rencana mata kuliah tahun 1960/1961 (waktu masih tahun ajaran bulan September).

            Kemudian dikirimkanlah sebuah delegasi yang terdiri dari Mayor Hasbi Wahidy (sekarang Brigjen), Bupati Zaini Bakry (sekarang Residen), Tgk. Haji Usman Yahya Tiba dan Tgk. Ibrahim Amin, untuk menghadap Menteri Agama dan instansi tertinggi pada departemen tersebut dalam rangka menyampaikan hasrat rakyat Aceh membuka Fakultas Agama Islam Negeri di kota Darussalam.

            Tanggal 10-1-1960 mengadakan hubungan dengan putra-putra Aceh yang ada di Jawa, antara lain, dengan Drs. H Ismail Muhammad Syah (Ismuha), Tgk. M. Nur El-Ibrahimy, Tgk. M. Nur Asyik, MA. Husein Yahya, dan lain-lain untuk meminta sumbangan tenaga dan pikiran mereka, baik dalam pensyaratan mahasiswa, caranya, kurikulumnya dan lain sebagainya.

            Tanggal 1-4 1960 dengan mengambil tempat di kediaman Kolonel Sjamaun Gaharu diadakan perumusan panitia. H. Usman Yahya dan Bupati Zaini Bakry menyampaikan laporan perlawatannya ke Jawa, yang isi pokoknya ;

  1. Departemen Agama menyetujui pembukaan Fakultas Agama Islam Negeri di Daerah Istimewa Aceh dan besluit pembukaannya akan dikeluarkan pada atangal 1-3-1960
  2. Menteri Agama akan menetapkan tiga orang dosen, diantaranya seorang putera Aceh sendiri yang baru pulang dari Mesir.
  3. Menteri Agama menjanjikan akan memberikan biaya-biaya untuk pembangunan gedung fakultas dan lain-lain keperluan yang akan dipertimbangkan pada tahun yang akan datang.

Pada tanggal 6-Mei-1960 bertempat di Gubernuran Aceh telah dilangsungkan rapat pleno panitia, untuk mendengarkan laporan hasil usaha mereka selama berada di luar daerah sebagai berikut:

            Pendirian Fakultas Agama Islam Negeri di kota Darussalam mendapat persetujuan dari Menteri Agama dengan diberikan modal pertama sebanyak Rp. 2.500.000 (dua setengah juta) dan diputuskan pula bahwa pembukaan fakultas tersebut akan dilakukan pada awal bulan September 1960.

            Dalam sidang itu ditetapkan pula kurikulum Fakultas Agama Islam Negeri tahun 1960/1961 dan hanya dibuka satu jurusan yaitu Syariah dengan lama kuliahnya 5 tahun. Jurusan ini dibagi dalam dua tingkatan, yaitu propaedeus satu tahun, bekaloreat dua tahun, dan dua tahun tingkat doktoral.

            Untuk Guru Besar fakultas ini sidang menunjuk Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy, Dekan Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta.

            Tanggal 24 Mei 1960 diadakan rapat bersama antara team Departemen Agama (dengan Ketuanya HA Timur Jaelani dan anggota-anggotanya H. Abdul Kadir Thahir, MA dan Ibrahim Husein MA, dengan anggota panitia. Dalam sidang itu panitia melaporkan kepada Team kegiatan usaha yang telah dilakukan untuk selanjutnya oleh team akan melaporkan kepada Menteri Agama.

            Dalam kunjungan rutinnya Gubernur Aceh A.Hasjmy telah mengkonkritkan peresmian fakultas dimaksud yaitu tanggal 2 september 1960 dalam suatu upacara di Darussalam. Fakultas yang tadinya direncanakan Fakultas Agama Islam Negeri jurusan Syariah merupakan bagian Universitas Syiah Kuala, ditingkatkan menjadi Fakultas Syariah dan tunduk di bawah IAIN Al Jami’ah Al Hukumiyah dari Departemen Agama.

            Sejalan dengan ini dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 40 tahun 1960 tanggal 2 Agustus 1960 dan Nomor 44 tahun 1960 tanggal 22 Agustus 1960 tentang Pembentukan Dewan Kurator IAIN Al Jami’ah Al Islamiyah Al Hukumiyah.

            Tanggal 2 September 1960 dilangsungkanlah peresmian Fakultas Syariah di Kota Darussalam yang merupakan cabang dari IAIN Al-Jami’ah Al Islamiyah Al Hukumiyah Yogyakarta. Hadir dalam upacara itu Gubernur Aceh Ali Hasjmy, Pangdam I Iskandar Muda Kolonel Sjamaun Gaharu ( sekarang Brigjen Purnawirawan), Kepala Staf Kodam I, Let. Kol T Hamzah, Prof. Sunarjo, SH, sebagai Presiden Al Jami’ah Al Islamiyah Al Hukumiyah Yogyakarta, mewakili Menteri Agama, Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy, Dekan Fakultas Syariah Yogayakarta dan Kutaraja (Sekarang Banda Aceh), HA Timur Jailani dari Departemen Agama, Dekan dan dosen Fakultas Ekonomi, Sekretaris UISU Medan H Bahrum Jamil dan Adnan Berawi.

            Dalam upacara ini berbicara Gubernur Aceh, Presiden Al Jami’ah, Kol Sjamaun Gaharu. Upacara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an ole S. Ubaidillah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan SK Menteri Agama No. $0 Tahun 1960 oleh Tgk. Hamzah Yunus selaku Sekretaris I Panitia. Wakil Menteri Agama kemudian menyerahkan lambang Fakultas Syariah Cabang Kutaraja kepada Dekan, Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy sambil mengucapkan : Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang kami meyerahkan Lambang Al Jami’ah kepada Dekan Fakultas Syariah Cabang Kutaraja. Kemudian Dekan menerimanya sambil mengatakan : “ Dengan mengharapkan taufiq dan hidayah serta kebijaksanaan dari Allah kami menerima Lambang Al Jami’ah.” Selanjutnya Wakil Menteri Agama mengucapkan : “ Pada tanggal 12 Rabiul Awal 1380 H. Bertepatan 2 September 1960 kami Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dengan ini meresmikan berdirinya Fakultas Syariah Cabang Kutaraja”.

            Dalam acara itu arti lambang di bacakan oleh HA Timur Jaelani, sambutan dari Presiden Al Jami’ah, pidato penerimaan Dekan oleh Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy, pembacaan Piagam Fakultas Syariah ole Ketua I Panitia Tgk. Mahjiddin Js, dan penandatanganan Piagam oleh Presiden Al Jami’ah, Dekan Fakultas, dan saksi-saksi lainnya, kemudian kata-kata sambutan oleh Gubernur, Ketua Umun Panitia, dan Pembacaan do’a oleh Tgk. H. Abdullah Umar Lam U. Dengan demikian berdirilah dengan resmi Fakultas Syariah di Darussalam. Oleh karena tugas Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Agama Islam Negeri membubarkan diri pada tanggal 11 Januari 1961 di Gedung DPRD-GR Daerah Istimewa Aceh, dan dilakukan serah terima antara panitia dengan Fakultas Syariah. Oleh karena kemungkinan ada hal-hal yang bersifat administratif yang perlu diselesaikan, maka dibentuklah Panitia Kecil untuk menampung hal-hal tersebut, yang diketahui oleh Mayor Hasbi Wahidy, dengan Sekretaris Tgk. Hamzah Yunus, serta anggota-anggota Zaini Bakri, Zainal Abidin, Tgk H Ainal Mardhiah Ali, dan Abdullah Arif.

            Dalam pembinaan Fakultas Syariah ini, pada mulanya hanya mempunyai 3 orang dosen tetap selain dari Dekannya, Prof. TM Hasbi Ash Shiddieqy. Ketiga orang dosen tersebut adalah H. Usman Yahya Tiba,yang waktu itu masing merangkap Kepala PGAN 6 tahun, Ibrahim Husein, MA dan H.AM Nursalim, MA. Sebagai tenaga teras dalam pembinaan administrasi dan keuanganialah Abdullah Arif (kini Almarhum), yang tadinya sebagai pegawai tinggi pada Departemen Penerangan RI di Jakarta, menyediakan diri pindah ke Departemen Agama untuk dapat menyumbangkan tenaganya di Aceh dalam membangun Fakultas Syariah disamping sorenya melanjutkan studinya di Fakultas Ushuluddin.

            Sebagai penghargaan kepada jasa-jasanya, maka dalam kesempatan pertama mahasiswa IAIN Jami’ah Ar-Raniry dapat melanjutkan studinya ke Al-Azhar University, maka Rektor IAIN, Drs H. Ismuha telah memberikan kesempatan itu kepada mahasiswa Abdullah Arif disamping dua orang mahasiswa lainnya. Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh Abdullah Arif, sehingga dalam dua tahun sudah dapat mencapai gelar kesarjanaan Master of Art dalam ilmu dakwah pada Fakultas Ushuluddin Al-Azhar University, sedangkan kawan-kawannya yang seangkatan, tidak ada yang dapat menyelesaikan studinya dalam waktu sesingkat itu. Sayangnya hanya setahun saja ia dapat memberikan pengetahuannya di IAIN Jami’ah Ar-Raniry karena ia telah berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 6/7 Januari 1970. Semoga Allah melapangkan kuburnya. Amin.

            Perlu juga disebut, bahwa sesudah beberapa bulan Fakultas Syariah dibuka, untuk membantu sdr. Abdullah Arif, telah diperbantukan sdr. M.Ali Muhammad dari kantor Penerangan Agama Propinsi, sdr. M.Thaib Wajdy dari Kantor Pendidikan Agama Propinsi dan seorang lagi dari Kantor Gubernur yang khusus mengurus keuangan. Kemudian sdr. M. Ali Muhammad dipindahkan menjadi pegawai Fakultas Syariah, sedang sdr. M. Thaib Wajdy dari Kantor Pendidikan Agama Propinsi di tarik kembali ke Kantor Penerangan Agama sesudah dapat diangkat beberapa orang pegawai baru lainnya. Demikian pula tenaga dari Kantor Gubernur di tarik kembali sesudah sdr. T Alamsyah dapat diangkat untuk mengurus keuangan.

            Kalau sdr Abdullah Arif sambil bekerja juga melanjutkan studinya pada Fakultas Ushuluddin, maka M.Ali Muhammad sambil bekerja juga melanjutkan studi, tetapi pada Fakultas Syariah. Pada Tahun 1966, ia dapat menyelesaikan studi dengan gelar Doctorandus, dalam ilmu hukum Islam, sebagai salah satu dari orang lulusan pertama Fakultas Syariah. Juga sdr. T. Alamsyah, di samping tugas melanjutkan studi pada Fakultas Keguruan Unsyiah, dan akhir tahun 1972 berhasil mencapai gelar Doctorandus.

            Jadi Trio Abdullah Arif, M.Ali Muhammad dan T Alamsyah merupakan tanda-tanda kepegawaian modal, pada saat Fakultas Syariah masih bayi, di samping Trio tenaga dosen seperti telah disebutkan di muka.

Perkembangannya

            Sejak didirikannya sampai kini, Fakultas Syariah telah cukup banyak melakukan berbagai macam kegiatan dan upaya-upaya ke arah perkembangannya. Pada tahun 1970 dimana peratuan masi mengizinkan fakultas ini sempat membuka dua kelas jauh, masing-masing di Lhokseumawe dan di Sigli. Kelas jauh ini hanya berjalan sampai tahun 1974 setelah berhasil meluluskan beberapa sarjana muda, yang kemudian melanjutkan ke Tingkat Doktoral pada IAIN Jami’ah Ar-Raniry, di Darussalam. Bahkan dua tahun sebelumnya, berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 225 Tahun 1968, fakultas ini sempat membawahi Fakultas Syariah Cabang Medan sampai IAIN Sumatra Utara diresmikan berdirinyapada tahun 1973.      

            Semula Fakultas Syariah hanya mempunyai satu jurusan, yaitu Qadha. Mulai tahun 1967 sampai 1973 mempunyai 3 jurusan yaitu Jurusan Qadha’, Jurusan Fiqh, dan Jurusan Tafsir. Kemudian dari tahun 1974 sampai 1976 jurusan-jurusan yang ada adalah Jurusan Qadha’, Jurusan Tafsir dan Jurusan Muqaranah Wasy Syara’i. Selanjutnya berdasarkan keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor Kep/D.IV/218/75 tanggal 23 Desember 1974 tentang perubahan Jurusan-jurusan pada fakultas-fakultas dalam lingkungan IAIN, maka sejak tahun 1977 sampai kini, dalam usia 25 tahun, Fakultas Syariah mempunyai empat jurusan yaitu Jurusan Qadha/Peradilan Islam, Jurusan Muamalah Wl Jinayah/Perdata dan Pidana Islam, Jurusan Muqaranah Wasy-Syara’i/Perbandingan Mazhab dan Hukum, dan Jurusan Tafsir/Hadits. Fakultas Syariah mulai menghasilkan Sarjana pada tahun 1966 untuk Jurusan Qadha’ sedangkan untuk jurusan-jurusan yang lainnya baru menghasilkan sarjana mulai tahun 1976.

Fakultas Syariah adalah salah satu dari lima fakultas yang ada di lingkungan IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh. Sejarah lahirnya fakultas berdasarkan pada Penetapan Menteri Agama No. 48 Tahun 1959, tanggal 7 November 1959. Dalam Penetapan ini disetujui pendirian Fakultas Syariah di Aceh dan mensahkan panitia persiapan dengan ketua umum pelaksana adalah Syamaun Gaharu dan A. Hasjmy sebagai wakilnya.

Pada tanggal 2 September 1960 dilangsungkan peresmian Fakultas Syariah Kutaraja (sekarang Banda Aceh), sebagai cabang dari IAIN al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah Jogyakarta yang didasarkan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 40 Tahun 1960. Adapun dekan yang pertama adalah Prof. DR. Teuku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Saat itu dia juga sebagai Dekan Fakultas Syariah IAIN Yogyakarta. Peresmian Fakultas Syariah cabang Kutaraja dilakukan oleh Prof. Sunarjo, S.H. selaku Presiden al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah Yogyakarta mewakili Menteri Agama Republik Indonesia.

Pada mulanya Fakultas Syariah ini hanya memiliki 3 orang dosen tetap selain Dekan yaitu, H. Usman Yahya Tiba, LT, Ibrahim Husein, M.A. dan H. M. Nursalim, M.A. Selanjutnya sebagai tenaga pembina administrasi dan keuangan dijabat oleh Abdullah Arif yang sebelumnya sebagai pegawai tinggi pada Departemen Penerangan R.I. di Jakarta. Selain itu M. Ali Muhammad dari Kantor Penerangan Agama Propinsi, M. Thaib Wajdi dari Kantor Pendidikan Agama Propinsi dan seorang pegawai dari Kantor Gubernur Aceh.

Pada tahun 1970, setelah berusia 10 tahun, Fakultas Syariah diizinkan untuk membuka lokal jauh di Lhokseumawe dan Sigli. Kelas jauh ini berjalan sampai tahun 1974 dan sempat menghasilkan beberapa sarjana muda.

Pada awalnya di Fakultas Syariah hanya ada satu jurusan yaitu Jurusan Qadhā’ (Peradilan Islam). Kemudian dalam perkembangannya sampai tahun 1990, Fakultas Syariah telah memiliki empat jurusan yaitu Jurusan Qadhā’, Jurusan Mu‘āmalah wal Jinayah (Perdata dan Pidana Islam), Jurusan Muqāranatul Mazāhib wa asy-Syarai‘ (Perbandingan Mazhab dan Hukum) dan Jurusan Tafsir Hadits. Akan tetapi berdasarkan Keputusan Menteri Agama R.I. No. 122 Tahun 1988 tentang Pelaksanaan Kurikulum S1 IAIN yang efektif berlaku sejak tahun akademi 1990/1991, Jurusan Tafsir Hadits dipindahkan ke Fakultas Ushuluddin.

Berikutnya berdasarkan SK Rektor IAIN Ar-Raniry No. IN/3/R/Kp.00.4/138/ 1996 tanggal 4 September 1996, terjadi penyempurnaan jurusan pada Fakultas Syariah menjadi: Jurusan Syariah Ahwal Al-Syakhsyiah (SAS) yang sebelumnya merupakan Jurusan Syariah Peradilan Islam (SPI), Jurusan Syariah Mu'amalah dan Iqtishad (SMI) yang sebelumnya Jurusan Syariah Perdata dan Pidana Islam (SPP), Jurusan Syariah Perbandingan Mazhab dan Hukum (SPH), dan Jurusan Syariah Jinayat dan Siyasah (SJS). Terakhir, mulai tahun akademi 2002/2003 Fakultas Syariah membuka program Diploma III Perbankan Islam.

 

Kepemimpinan di Fakultas Syariah

Kepemimpinan fakultas Syariah pada dasarnya merupakan sistem kepemimpinan kolektif, artinya segala kebijaksanaan yang berhubungan dengan fakultas yang berhubungan dengan fakultas khususnya keputusan yang bersifat mikro diputuskan berdasarkan musyawarah pimpinan meskipun telah ditetapkan bidang tugas dari masing-masing unit pelaksanaan tugas. Baik dalam bidang yang berhubungan dengan akademik maupun berhubungan dengan administrasi, telah ditetapkan suatu garis koordinasi yang jelas.

Dalam sistem pengambilan keputusan dari masing-masing unit kegiatan, telah diatur sesuai dengan ketentuan dalam statuta dimana setiap pimpinan unit kerja dapat mengambil keputusan dan melakukan kebijaksanaan masing-masing, namun nilai keputusan dan kebijaksanaan yang dimaksud diatur berdasarkan hierarki yaitu:

  1. Keputusan Senat Fakultas, merupakan tertinggi pada tingkat Fakultas dan bersifat Makro
  2. Keputusan Pimpinan Fakultas, merupakan keputusan pelaksanaan kebijaksanaan pada tingkat fakultas.
  3. Keputusan Pimpinan unit pelaksana, merupakan keputusan pelaksana teknis pada masing-masing unit kegiatan.

Kepemimpinan dalam struktur organisasi Fakultas Syariah ditentukan berdasarkan periodisasi, sesuai dengan keputusan Menteri Agama Nomor 401 tahun 1983, tentang statuta IAIN Ar-Raniry, yang menetapkan bahwa Jabatan Pimpinan Fakultas dalam satu periode selama 3 tahun. Namun sejak tahun 2000 masa jabatan dekan dirubah menjadi 4 tahun. Hingga 50 tahun usia Fakultas Syariah telah 19 kali terjadi pergantian pimpinan, yaitu;

  1. Periode tahun 1960-1962 (2-9-1960 – 12-12-1962), Dekan Tgk. M. Hasbi Ash Shiddieqy (Prof. Dr. T. M Hasbi Ash Shiddieqy) dan Sekretaris Fakultas H. Usman Yahya LT, yang kemudian digantikan oleh H. M. Nur Salim, MA.
  2. Periode tahun 1962-1970 (13-12-1962 – 31-12-1970), Dekan Drs.H. Ismuha (Prof. Dr. H. Ismuha, SH) dan Sekretaris Fakultas H. M. Nur Salim, MA.
  3. Periode tahun 1971-1973 (1-11971 – 14-2-1973), Dekan Drs. H. Ismuha (Prof. Dr. H. Ismuha, SH), Pembantu Dekan I Drs. Soufyan Ras Burhani, Pembantu Dekan II Drs. Hasballah A.Latif dan Pembantu Dekan III Drs. M.Ali Muhammad. Disebabkan Drs. Soufyan Ras Burhani dipindahkan ke IAIN Imam Bonjol Padang, maka periode ini mengalami perubahan, sehingga menjadi ; Dekan Drs. H. Ismuha (Prof. H. Ismuha, SH), Pembantu Dekan I Drs. Hasballah A. Latif, Pembantu Dekan II Drs. Abd. Fattah dan Pembantu Dekan III Drs. M. Ali Muhammad.
  4. Periode tahun 1973-1975 (15-2-1973 – 31-4-1975), Dekan Drs. Hasballah A. Latif, Pembantu Dekan I Drs. Araby Ahmad dan Pembantu Dekan II Drs. Yacob Syamaun.
  5. Periode tahun 1975-1976 (1-4-1975 – 31-1-1976), Dekan Drs. Hasballah A. Latif, Wakil Dekan Drs. Yacob Syamaun
  6. Periode tahun 1976-1978 (1-2-1976 – 31-1-1978), Dekan Drs. Hasballah A.Latif, Pembantu Dekan I Drs. Abd Fattah, Pembantu Dekan II Drs. Yacob Syamaun, Pembantu Dekan III Drs. Mukhtar Hasyim dan sekretaris Fakultas Drs. Muhammad Sulaiman. Terjadi perubahan pimpinan dalam periode ini, karena Drs. Abd Fattah diangkat menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, maka pimpinan Fakultas Syariah menjadi; Dekan Drs.Hasballah A Latif, Pembantu Delkan I Drs Mukhtar Hasyim, Pembantu Dekan II Drs. Yacob Syamaun, Pembantu Dekan III Drs. Muhammad Sulaiman dan Sekretaris Fakultas Drs. Idris Hasan
  7. Periode tahun 1978-1980 (1-2-1978 – 8-10-1980), Dekan Prof. Dr. H. Ismuha, SH, Pembantu Dekan I Drs. Yacob Syamaun Pembantu Dekan II Drs. Mukhtar Hasyim, Pembantu Dekan III Drs. Muhammad Sulaiman dan Sekretaris Fakultas Drs. Idris Hasan.
  8. Periode 1980-1983 (9-10-1980 – 8-1-1983), Dekan Drs. H. M. Ali Muhammad, Pembantu Dekan I Drs. Hasballah A.Latif, Pembantu Dekan II Drs. Mukhtar Hasyim, Pembantu Dekan III Drs. Muhammad Sulaiman dan Sekretaris Fakultas Drs. Idris Hasan.
  9. Periode 1983-1985 (9-1-1983 – 7-7-1985), Dekan Drs. Hasballah A. Latif, Pembantu Dekan I Drs. Mukhtar Hasyim, Pembantu Dekan II Drs. Muhammad Sulaiman, Pembantu Dekan III Drs. Idris Hasan dan Sekretaris Fakultas A. Halim Tosa, SH.
  10. Periode tahun 1985-1988 (8-7-1985 – 19-8-1998), Dekan Prof. Dr. H. Ismuha, SHS, Pembantu Dekan I Drs. Mukhtar Hasyim, Pembantu Dekan II Drs. Muhammad Sulaiman, Pembantu Dekan III Drs. Idris Hasan dan Sekretaris Fakultas A. Halim Tosa, SH.
  11. Periode tahun 1988-1991, Dekan Drs. H. Abd Fattah, Pembantu Dekan I Drs. Muhammad Sulaiman, Pembantu Dekan II Drs. H. Abd Rahman Ishaq dan Pembantu Dekan III Drs. A.Hamid Sarong, SH. Berhubung Drs. A. Hamid Sarong melanjutkan program s2 di Universitas Indonesia (UI), maka Pembantu Dekan III dijabat oleh A. Halim Tosa, SH,.
  12. Periode tahun 1992-1993, Dekan Drs. Mukhtar Hasyim, Pembantu Dekan I Dr. Rusydi Ali Muhammad, Pembantu Dekan II Drs. M. Abduh Dahlan, Pembantu Dekan III Drs. A. Hamid Sarong, SH.
  13. Periode tahun 1994-1997, Dekan Drs. Muhammad Sulaiman, Pembantu Dekan I Drs. A Hamid Sarong, SH, MH. Pembantu Dekan II Drs. M. Abduh Dahlan, Pembantu Dekan III Drs. Idris Hasan.
  14. Periode tahun 1997-2000, Dekan Drs. Muhammad Sulaiman, Pembantu Dekan I Drs. H. A. Hamid Sarong, SH, MH. Pembantu Dekan II A. Halim Tosa, SH, Pembantu Dekan III, Drs. Ishaq Puteh,
  15. Periode tahun 2000-2004, Dekan Drs. A. Hamid Sarong, SH., MH., Pembantu Dekan I Prof. Dr. Iskandar Usman, MA, Pembantu Dekan II Dra. Fatimah Muhammad, Pembantu Dekan III, Drs. Ishaq Puteh. Terjadi penggantian pada posisi Pembantu Dekan I karena Prof. Dr. Iskandar Usman diangkat sebagai Pembantu Rektor II, Pembantu Dekan I dijabat oleh Drs. Nasaiy Aziz, MA.
  16. Periode tahun 2004-2008, Dekan Drs. H. A. Hamid Sarong, SH., MH., Pembantu Dekan I, Prof. Dr. Syahrizal, Pembantu Dekan II Drs. Nasaiy Aziz, MA., Pembantu Dekan III, Dr. Zulkarnaini Abdullah, MA.
  17. Periode tahun 2008-2012, Dekan Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA, Pembantu Dekan I, Dr. Ridwan Nurdin, Pembantu Dekan II Khairuddin, Pembantu Dekan III, Pembantu Dekan IV Israk Ahmadsyah.
  18. Periode tahun 2012-2014, Dekan Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA, Pembantu Dekan I, Dr. Yasir Yusuf, Pembantu Dekan II Dr. Tarmizi Jakfar, Pembantu Dekan III Khairani, S.Ag., M.Ag
  19. Periode tahun 2014-2016, Dekan Dr. Khairuddin, Pembantu Dekan I, Dr. Ridwan Nurdin, Pembantu Dekan II Dr. Tarmizi Jakfar, Pembantu Dekan III Khairani, S.Ag., M.Ag